BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan kebutuhan pokok
dalam kehidupan manusia, khusus anak. Secara kodrati anak memerlukan pendidkan
atau bimbingan dari orang dewasa. Bayi, anak manusia yang baru lahir itu sangat
tidak sempurna, amat tidak berdaya,dan banyak memiliki kekurangan. Masa-masa
tersebut masa ketergantungan kepada orangtua yang membutuhkan waktu sangat
lama.
Pendidikan dimulai dengan pemeliharan
yang merupakan persiapan kearah pendidikan nyata, yaitu pada minggu dan bulan
pertama seorang anak dilahirkan, sedangkan pendidikan yang sesungguhnya baru
terjadi dikemudian hari.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang
diatas, maka dapat ditentukan rumusan masalahnya yaitu sebagai berikut :
1.)Bagaimana batas-batas pendidikan awal?
2.)Kafan dan bagaimana
kretria batas-batas pendidikan berakhir?
C.
Tujuan
Adapun tujuan penulis dalam pembuatan
makalah, yaitu antara lain :
1.)Untuk
mengetahui batas-batas pendidikan awal itu dimulai
2.)Untuk mengetahui waktu dan kretria batas-batas akhir pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Batas-batas
awal pendidikan Islam
Pendidikan dimulai dengan pemeliharaan
yang merupakan persiapan kearah pendidikan yang nyata, pada minggu dan bulan
pertama seorang anak dilahirkan, sedangkan pendidikan yang sesungguhnya baru
terjadi kemudian. Ciri utama dari
pendidikan yang sesungguhnya ialah adanya kesiapan interaksi edukatif antara
pendidik dan terdidik.
Dari segi psikologi, usia anak 3-4
tahun dikenal sebagai ‘’masa pembangkang’’ atau ‘’masa krisis’’. Dari segi
pendidikan justru pada masa itu terbuka peluang ketidakpatuhan yang sekaligus
merupakan landasan untuk menegakkan kepatuhan yang sesungguhnya artinya, disaat
itulah terbuka peluang ke arah kesediaan menerima yang sesungguhnya. Setelah
itu anak mulai memiliki ‘’kesadaran batin’’ atau motivasi dalam perilakunya.[1]
Dr. Asma Hasan Fahmi mengemukan bahwa
dikalangan ahli didik Islam berbeda pendapat tentang kafan anak dimulai dapat
dididik. Sebagian diantara mereka mengatakan setelah anak berusia 4 tahun.
Prof. M. Athiyah Al-Abrasiy
menceritakan didalam bukunya Dasar-dasar Pendidikan Islam sebagai berikut :
Pada suatu ketika, Mufadal bin Zaid
melihat anak seoarang wanita Islam dari desa maka beliau terpesona melihat
wajahnya dan kesempurnaan bentuk badannya. Zaid bertanya kepada ibunya mengenai
anak tersebut, dan dijawab,’’ ketika ia berumur 5 tahun saya telah
menyerahkannya
kepada seorang juru didik, ia belajar
menghafal Al-Qur`an, kemudian mempelajari syairnya dan sesudah itu diberikan
kepadanya sejarah nenek moyang dan kaumnya dan membaca jasa-jasa dan kemegahan
mereka hingga ia dewasakemudian ia dilatih mengendarai kuda dan mempergunakan
senjata. Setelah mahir dalam memakai senjata, ia disuruh berjalan dari rumah
kerumah dan ketika itu ia mendengar suara minta tolong, dengan cepat ia
membantu dan menolong.
Dari jawaban ibu tersebut, dapat
disimpulkan bahwa anak setelah berusia 5
tahun, urutan-urutan ilmu yang diberikan adalah: membaca Al-Qur`an, mempelajari
sya`ir, mempelajari sejarah nenek moyangdan kaumnya,mengendarai kuda dan
menggunakan senjata.
Menurut Al-`Abdari, anak mulai dididik
dalam arti sesungguhnya setelah berusia 7 tahun. Karena itu, beliau
mengkritik orang tua yang menyekolahkan
anaknya pada usia yang masih terlalu muda, yaitu sebelum usia 7 tahun.
Dari uraian tersebut, dapat
disimpulkan bahwa belum ada kesepakatan para ahli didik Islam tentang kafan
anak mulai dididik. Namun, jika diterapkan dalam praktek pendididkan, maka
dapat dijelaskan sebagai berikut yaitu : untuk memasuki pendidikan prasekolah
sebaiknya setelah anak berumur 5 tahun , sedangkan untuk memamsuki pendidikan
dasar, maka sebaikya setelah anak berusia 7 tahun.
Manusia adalah makhluk Allah yang
paling unik dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Keunikannya terletak
pada manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia, sebagai khalifah dimuka
bumi yang kelak di hari akhirat akan diminta dipertanggungjawabnya.
Firman
Allah :
ôs)s9$uZø)n=y{z`»|¡SM}$#þÎûÇ`|¡ômr&5OÈqø)s?ÇÍÈ
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
*ôs)s9ur$oYøB§x.ûÓÍ_t/tPy#uäöNßg»oYù=uHxqurÎûÎhy9ø9$#Ìóst7ø9$#urNßg»oYø%yuurÆÏiBÏM»t7Íh©Ü9$#óOßg»uZù=Òsùur4n?tã9ÏV2ô`£JÏiB$oYø)n=yzWxÅÒøÿs?ÇÐÉÈ
70. dan Sesungguhnya telah Kami muliakan
anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], Kami beri
mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang
sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
[862]
Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan
dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.
Ü=|¡øtsr&ß`»|¡RM}$#br&x8uøIã´ßÇÌÏÈ
36. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan
dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?
Oleh karena itu, manusia seyogianya
dibimbing dan diarahkan sejak awal pertumbuhan agar kehidupannya berjalan
mulus. Bimbingan yang dilakukan sejak dini mempunyai pengaruh besar bagi
kehidupannyadi masa dewasa. Hal ini yang menjadi latar belakang sabda Nabi yang
memerintahkan agar manusia belajar sejak kecil. Sabda Nabi SAW:
اطلب الم من المهدالى اللحد
Artinya
: ‘’ belajarlah (carilah ilmu) sejak engkau dalam buaian (ayunan) sampai ke
liang lahat.[2]
Prinsip pendidikan sejak usia dini
adalah prinsip yang menekankan agar setiap orang tidak terlambat memberi
pendidikan pada anaknya, dan juga prinsip yang menekankan, bahwa usia dini
merupakan usia yang baik untuk dimulai pendidikan sehingga lebih mudah untuk
menempuh jenjang pendidikan selanjutnya sesuia dengan rentetan umurnya. [3]
B.
Batas-
batas akhir pendidikan
Tujuan pendidikan Islam yaitu
membentuk kpribadian Muslim. Untuk mewujudkan kpribadian muslim itu sangat
sulit. Sesudah terwujudnya kepribadian musliim tersebut oleh karena itu,
sebagaimana sabda Rasulullah itu maka batas terakhir pendidikan Islam yaitu
sampai akhir hayat begitu besar perhatian Islam terhadap pentingnya pendidikan
ini, sampai-sampai Rasulullah memerintahkan kepada umatnya yang sedang
menunggui orang yang akan sakaratul maut ssupaya menuntunnya membaca kalimat La
ilaha ilallah. Rasulullah Saw bersabda yang artinya:’’ ajarilah orang yang akan
meninggal dunia dengan kalimat ‘’Lailaha ilallah.’’
Disamping itu masih dapat ditambahkan
pula bahwa lingkungan dan keadaan kehidupan seseorang turut mempengaruhi
percepatan atau tempo proses kematangannya. Misalnya, pada umumnya anak yang
sedang belajar tidak mendesak untuk segera dihadpkan dengan pemikiran-pemikiran
untuk memecahkan masalah-masalah praktis yang dijumpai, sebagaimana yang
dialami anak-anak sebanyak yang telah terjun kedalam dunia pekerjaan.
Kenyataan-kenyataan itu tidak memberi peluang untuk dapat menentukanpada umur
berapa pendidikan manusia harus berakhir.
Sehubungan dengan itu,perlulah suatu
kehati-hatian kalau juga ingin mengatakan bahwa sepanjang tatanan yang berlaku
prosess pendidikan itu mempunyai titik akhir yang bersifat alamiah, titik akhir
bersiFat principal dan tercapai bila seseorang manusia muda itu dapat berdiri
sendiri dan secara mantap mengembangkan serta melaksanakan rencana sesuai
dengan pandangan hidupnya. Ia telah memiliki
kepahaman terhadap segala pengaruh yang menerpa kehidupan batiniahnya
dengan berpegang dan mengembalikannya pada dasar-dasar pedoman yang kokoh. Pada
kondisi yang disebutkan diatas, pendidikan sudah tidak menjadi masalah lagi, ia
telah dapat mendidik dirinya sendiri. Untuk menetapkan batas akhir pendidikan perlu
adanya kriteria, sebagai berikut:
a)
Telah
dapat secara merdeka untuk mandiri pribadi secara susila dan sosial
b)
Telah
sanggup menyambut dan merebut kedewasaan
c)
Telah
berani dan dapt memikul tanggung jawab[4]
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari hasil makalah
dapat disimpulkan bahwa batas-batas pendidikan dimulai dari usia 5 tahun untuk
propendidikan dan berusia 7 tahun dipendidikan dasar. Selain itu, batas akhir
pendidikan juga ,memiliki batas
sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Yang artinya:’’ belajarlah (carilah ilmu)
sejak engkau dalam buaian (ayunan) sampai ke liang lahat.’’ Maksud dari hadist
tersebut bahwa batas pendidikan berakhir sampai ia meninggal.
Akan tetapi dari
sisi lain batas akhir pendidikan juga dapat dilihat dari 3 kretria yaitu antara
lain:
a)
Telah dapat
secara merdeka untuk mandiri pribadi secara susila dan sosial
b)
Telah sanggup
menyambut dan merebut kedewasaan
c)
Telah berani
dan dapt memikul tanggung jawab
DAFTAR PUSTAKA
Daradzat, Zahkiah. 2000. ``ilmu pendidikan islam``.
Jakarta : Bumi Aksara
Ihsan,Hamdani dan fuad ihsan. 2001. ``Filsafat Pendidikan
Islam``. Bandung :CV Pustaka Setia
Nata, Abuddin. 2010. ``Ilmu
Pendidikan Islam``. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
Tidak ada komentar:
Posting Komentar