Selasa, 17 Desember 2013

Batas Awal dan Batas Akhir Pendidikan Islam


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
          Pendidikan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia, khusus anak. Secara kodrati anak memerlukan pendidkan atau bimbingan dari orang dewasa. Bayi, anak manusia yang baru lahir itu sangat tidak sempurna, amat tidak berdaya,dan banyak memiliki kekurangan. Masa-masa tersebut masa ketergantungan kepada orangtua yang membutuhkan waktu sangat lama.
          Pendidikan dimulai dengan pemeliharan yang merupakan persiapan kearah pendidikan nyata, yaitu pada minggu dan bulan pertama seorang anak dilahirkan, sedangkan pendidikan yang sesungguhnya baru terjadi dikemudian hari.
B. Rumusan Masalah
          Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat ditentukan rumusan masalahnya yaitu sebagai berikut :
1.)Bagaimana batas-batas pendidikan awal?
2.)Kafan  dan bagaimana kretria batas-batas pendidikan berakhir?
C. Tujuan
          Adapun tujuan penulis dalam pembuatan makalah, yaitu antara lain :
1.)Untuk mengetahui batas-batas pendidikan awal itu dimulai
2.)Untuk mengetahui waktu dan kretria batas-batas akhir pendidikan











BAB II
PEMBAHASAN


A.   Batas-batas awal pendidikan Islam
          Pendidikan dimulai dengan pemeliharaan yang merupakan persiapan kearah pendidikan yang nyata, pada minggu dan bulan pertama seorang anak dilahirkan, sedangkan pendidikan yang sesungguhnya baru terjadi kemudian.  Ciri utama dari pendidikan yang sesungguhnya ialah adanya kesiapan interaksi edukatif antara pendidik dan terdidik.
          Dari segi psikologi, usia anak 3-4 tahun dikenal sebagai ‘’masa pembangkang’’ atau ‘’masa krisis’’. Dari segi pendidikan justru pada masa itu terbuka peluang ketidakpatuhan yang sekaligus merupakan landasan untuk menegakkan kepatuhan yang sesungguhnya artinya, disaat itulah terbuka peluang ke arah kesediaan menerima yang sesungguhnya. Setelah itu anak mulai memiliki ‘’kesadaran batin’’ atau motivasi dalam perilakunya.[1]
          Dr. Asma Hasan Fahmi mengemukan bahwa dikalangan ahli didik Islam berbeda pendapat tentang kafan anak dimulai dapat dididik. Sebagian diantara mereka mengatakan setelah anak berusia 4 tahun.
          Prof. M. Athiyah Al-Abrasiy menceritakan didalam bukunya Dasar-dasar Pendidikan Islam sebagai berikut :
          Pada suatu ketika, Mufadal bin Zaid melihat anak seoarang wanita Islam dari desa maka beliau terpesona melihat wajahnya dan kesempurnaan bentuk badannya. Zaid bertanya kepada ibunya mengenai anak tersebut, dan dijawab,’’ ketika ia berumur 5 tahun saya telah menyerahkannya
          kepada seorang juru didik, ia belajar menghafal Al-Qur`an, kemudian mempelajari syairnya dan sesudah itu diberikan kepadanya sejarah nenek moyang dan kaumnya dan membaca jasa-jasa dan kemegahan mereka hingga ia dewasakemudian ia dilatih mengendarai kuda dan mempergunakan senjata. Setelah mahir dalam memakai senjata, ia disuruh berjalan dari rumah kerumah dan ketika itu ia mendengar suara minta tolong, dengan cepat ia membantu dan menolong.
          Dari jawaban ibu tersebut, dapat disimpulkan bahwa anak  setelah berusia 5 tahun, urutan-urutan ilmu yang diberikan adalah: membaca Al-Qur`an, mempelajari sya`ir, mempelajari sejarah nenek moyangdan kaumnya,mengendarai kuda dan menggunakan senjata.
          Menurut Al-`Abdari, anak mulai dididik dalam arti sesungguhnya setelah berusia 7 tahun. Karena itu, beliau mengkritik  orang tua yang menyekolahkan anaknya pada usia yang masih terlalu muda, yaitu sebelum usia 7 tahun.
          Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa belum ada kesepakatan para ahli didik Islam tentang kafan anak mulai dididik. Namun, jika diterapkan dalam praktek pendididkan, maka dapat dijelaskan sebagai berikut yaitu : untuk memasuki pendidikan prasekolah sebaiknya setelah anak berumur 5 tahun , sedangkan untuk memamsuki pendidikan dasar, maka sebaikya setelah anak berusia 7 tahun.
          Manusia adalah makhluk Allah yang paling unik dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Keunikannya terletak pada manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia, sebagai khalifah dimuka bumi yang kelak di hari akhirat akan diminta dipertanggungjawabnya.
Firman Allah :
ôs)s9$uZø)n=y{z`»|¡SM}$#þÎûÇ`|¡ômr&5OƒÈqø)s?ÇÍÈ
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

*ôs)s9ur$oYøB§x.ûÓÍ_t/tPyŠ#uäöNßg»oYù=uHxqurÎûÎhŽy9ø9$#̍óst7ø9$#urNßg»oYø%yuuršÆÏiBÏM»t7ÍhŠ©Ü9$#óOßg»uZù=žÒsùur4n?tã9ŽÏVŸ2ô`£JÏiB$oYø)n=yzWxŠÅÒøÿs?ÇÐÉÈ
70. dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

[862] Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.
Ü=|¡øtsr&ß`»|¡RM}$#br&x8uŽøIヴßÇÌÏÈ
36. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?
          Oleh karena itu, manusia seyogianya dibimbing dan diarahkan sejak awal pertumbuhan agar kehidupannya berjalan mulus. Bimbingan yang dilakukan sejak dini mempunyai pengaruh besar bagi kehidupannyadi masa dewasa. Hal ini yang menjadi latar belakang sabda Nabi yang memerintahkan agar manusia belajar sejak kecil. Sabda Nabi SAW:
اطلب الم من المهدالى اللحد

Artinya : ‘’ belajarlah (carilah ilmu) sejak engkau dalam buaian (ayunan) sampai ke liang lahat.[2]
          Prinsip pendidikan sejak usia dini adalah prinsip yang menekankan agar setiap orang tidak terlambat memberi pendidikan pada anaknya, dan juga prinsip yang menekankan, bahwa usia dini merupakan usia yang baik untuk dimulai pendidikan sehingga lebih mudah untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya sesuia dengan rentetan umurnya. [3]
B.   Batas- batas akhir pendidikan
          Tujuan pendidikan Islam yaitu membentuk kpribadian Muslim. Untuk mewujudkan kpribadian muslim itu sangat sulit. Sesudah terwujudnya kepribadian musliim tersebut oleh karena itu, sebagaimana sabda Rasulullah itu maka batas terakhir pendidikan Islam yaitu sampai akhir hayat begitu besar perhatian Islam terhadap pentingnya pendidikan ini, sampai-sampai Rasulullah memerintahkan kepada umatnya yang sedang menunggui orang yang akan sakaratul maut ssupaya menuntunnya membaca kalimat La ilaha ilallah. Rasulullah Saw bersabda yang artinya:’’ ajarilah orang yang akan meninggal dunia dengan kalimat ‘’Lailaha ilallah.’’
          Disamping itu masih dapat ditambahkan pula bahwa lingkungan dan keadaan kehidupan seseorang turut mempengaruhi percepatan atau tempo proses kematangannya. Misalnya, pada umumnya anak yang sedang belajar tidak mendesak untuk segera dihadpkan dengan pemikiran-pemikiran untuk memecahkan masalah-masalah praktis yang dijumpai, sebagaimana yang dialami anak-anak sebanyak yang telah terjun kedalam dunia pekerjaan. Kenyataan-kenyataan itu tidak memberi peluang untuk dapat menentukanpada umur berapa pendidikan manusia harus berakhir.
          Sehubungan dengan itu,perlulah suatu kehati-hatian kalau juga ingin mengatakan bahwa sepanjang tatanan yang berlaku prosess pendidikan itu mempunyai titik akhir yang bersifat alamiah, titik akhir bersiFat principal dan tercapai bila seseorang manusia muda itu dapat berdiri sendiri dan secara mantap mengembangkan serta melaksanakan rencana sesuai dengan pandangan hidupnya. Ia telah memiliki  kepahaman terhadap segala pengaruh yang menerpa kehidupan batiniahnya dengan berpegang dan mengembalikannya pada dasar-dasar pedoman yang kokoh. Pada kondisi yang disebutkan diatas, pendidikan sudah tidak menjadi masalah lagi, ia telah dapat mendidik dirinya sendiri. Untuk menetapkan batas akhir pendidikan perlu adanya kriteria, sebagai berikut:
a)     Telah dapat secara merdeka untuk mandiri pribadi secara susila dan sosial
b)    Telah sanggup menyambut dan merebut kedewasaan
c)     Telah berani dan dapt memikul tanggung jawab[4]
         




















BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
          Dari hasil makalah dapat disimpulkan bahwa batas-batas pendidikan dimulai dari usia 5 tahun untuk propendidikan dan berusia 7 tahun dipendidikan dasar. Selain itu, batas akhir pendidikan  juga ,memiliki batas sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Yang artinya:’’ belajarlah (carilah ilmu) sejak engkau dalam buaian (ayunan) sampai ke liang lahat.’’ Maksud dari hadist tersebut bahwa batas pendidikan berakhir sampai ia meninggal.
          Akan tetapi dari sisi lain batas akhir pendidikan juga dapat dilihat dari 3 kretria yaitu antara lain:
a)     Telah dapat secara merdeka untuk mandiri pribadi secara susila dan sosial
b)    Telah sanggup menyambut dan merebut kedewasaan
c)     Telah berani dan dapt memikul tanggung jawab


























DAFTAR PUSTAKA

Daradzat,  Zahkiah. 2000. ``ilmu pendidikan islam``. Jakarta : Bumi Aksara

Ihsan,Hamdani dan fuad ihsan. 2001. ``Filsafat Pendidikan Islam``. Bandung :CV  Pustaka Setia
         
Nata,  Abuddin. 2010. ``Ilmu Pendidikan Islam``. Jakarta : Kencana Prenada Media Group













[1]Daradjat,  Zahkiah. 2000. ``ilmu pendidikan islam``. Jakarta : Bumi Aksara,Hal:48-49

[2]Ihsan,Hamdani dan fuad ihsan. 2001. ``Filsafat Pendidikan Islam``. Bandung :CV  Pustaka Setia,Hal:124-128

[3]Nata,  Abuddin. 2010. ``Ilmu Pendidikan Islam``. Jakarta : Kencana Prenada  Media Group,Hal:115

Tidak ada komentar:

Posting Komentar